2015 : NOV 2015 MEMBUAT PASPOR MUDAH SEKALI SEKARANG

2015 : NOV 2015 MUDAHNYA MEMBUAT PASPOR SEKARANG

Setelah pontang-panting selama tahun 2015 dengan berbagai peristiwa suka dan duka, akhir tahun ini kami merencanakan liburan sekeluarga. Tujuannya Singapura dan Malaysia, dengan alasan lebih terjangkau. Namun ternyata paspor anak-anak akan expiry bulan Juni 2016. Sebetulnya untuk keberangkatan Desember 2015 paspornya masih berlaku, namun untuk pulangnya sudah Januari 2016 dan ini akan merepotkan bila bermasalah di imigrasi luar negeri. Jadi saya harus segera mengurus paspor anak-anak.

Apakah memperpanjang paspor lebih ribet dari membuat baru? ternyata perpanjangan paspor prosesnya hampir sama dengan pembuatan paspor baru. Yang membedakan hanya untuk perpanjangan harus menyertakan paspor yang lama. Sedangkan syarat-syarat lain sama persis, yaitu KK, KTP bila sudah ada, Akte Lahir atau Ijasah, dan untuk anak tambahan surat pernyataan orang tua, yang bisa dibeli di koperasi Imigrasi. Semua surat harus asli dan sudah difotokopi ukuran A4, termasuk KTP juga ukuran A4, artinya tidak perlu dipotong jadi seukuran KTP. Hal ini diperlukan untuk memudahkan proses scanning nantinya.

Lalu apakah lebih simple mendaftar online atau langsung? ternyata mendaftar online bedanya hanya dari nomer urutan panggil, sementara semua persyaratan yang harus disiapkan sama, walaupun sudah di scan secara online. Tentunya yang mendaftar online mendapatkan nomer urut panggil yang relatif lebih cepat, karena selain praktis, juga karena jumlah pendaftar online biasanya lebih sedikit dari pada yang mengantri. Nah kebetulan pada hari-hari pengurusan ini di rumah saya internetnya sedang mengalami masalah dengan jaringan lemot dan byar-pet. Jadi saya putuskan untuk datang langsung.

Saya tiba di kantor Imigrasi Mampang pukul 7:30 dan antrian sudah mengular sampai ke belakang gedung. Namun saya tetap percaya diri mengantri, karena masih pagi dan quota per-hari katanya ada 200 nama, jadi walaupun jumlah orang di depan saya banyak, namun saya perkirakan masih dibawah 100 orang. Ketika pintu kantor di buka tepat jam 8, kita mendapat nomer urut pengambilan formulir. Nah saat itu saya sadar ternyata metode pengurusannya sudah berbeda dengan masa 5 tahun yang lalu, dimana formulir bisa di bawa pulang. Ternyata pengambilan formulir hari itu, berarti pengurusan akan tuntas hari itu juga. Dengan begitu, artinya pemohon harus antri sendiri mengambil formulir. Pengaturan ini tentunya baik untuk menghindari calo, tapi repot juga untuk anak-anak yang bersekolah dan memang belum bisa mengurus sendiri.

Akhirnya dengan berkelit dan menunjukkan KK dan KTP saya minta dispensasi bahwa saya bukan calo tapi bener ibu dari anak-anak yang akan memperpanjang paspor. Untungnya petugas, setelah menilik nama saya sesuai KK benar-benar ibu dari anak-anak ini, dan dengan meminta persetujuan dari atasannya di pinggir antrian tersebut, saya diberikan 3 buah formulir asal anak-anak benar-benar nanti sekitar 2 jam lagi sudah tiba di sini. Berhubung itu hari Senin, saya bilang anak saya harus ikut upacara bendera dulu, tapi supir sudah tunggu di sekolah, sehabis upacara langsung berangkat ke sini. Padahal setelah mendapat formulir baru saya telpon wali kelas anak-anak masing-masing dan minta ijin untuk keluar kelas pada pukul 10:00.

Setelah formulir saya isi dan rapihkan untuk masing-masing anak, satu per satu anak saya datang dari sekolah yang berbeda-beda. Yang terbesar naik taxi, yang tengah saya pesankan gojek, dan yg bontot dijemput oleh supir. Setelah berkumpul, anak-anak sempat makan dulu di warung yang banyak terdapat di samping kantor imigrasi dan mengantri sekitar 10 menit, sampai dengan nomernya dipanggil.

Pemanggilan ke meja yang berbaris rapih berjejer dan kelihatan dari ruang tunggu tersebut adalah untuk interview sedikit, photo passpor dan pengambilan sidik jari. Semuanya dilakukan di satu meja saja. Seharusnya untuk photo paspor tidak boleh pakai baju putih, namun karena anak-anak dari sekolah saya tidak siap membawa baju ganti, namun ternyata tidak dipermasalahkan oleh petugas. Dan setelah masing-masing anak usai, kertas tanda terima berkas formulir saya kumpulkan dan paspor akan selesai 3 hari setelah melakukan pembayaran di bank BNI.

Paspor Indonesia desain baru, warna hijau tosca bukan lagi hijau gelap seperti sebelumnya

Saya mengambil sendiri paspor yang sudah jadi pada hari Senin minggu depannya, dan pengambilan baru dilakukan pada pukul 13. Seharusnya paspor diambil hari Kamis namun untuk menghindari kecewa, saya berikan spare 2 hari lewat dari tenggatnya. Ternyata untuk pengambilan ini saya sama sekali tidak mengantri dan proses-nya cepat sekali. Wah benar-benar luar biasa perbaikan yang dilakukan oleh kantor Imigrasi dibandingkan pengalaman pembuatan paspor 4-5 tahun yang lalu. Bangga ada instansi yang benar-benar sudah berbenah diri.



@4t1d

Tidak ada komentar:

Posting Komentar