SINGAPORE CURE AND CARE TRIP
4 – 7 JULI 2011
Tiba-tiba setelah pemeriksaan rada intensif, anakku yg bontot, umur 9 tahun menderita penyakit mata kelainan dari bawaan lahir yang namanya Rod Cone Distrophy, yang berhubungan dengan receptor di retina or whatsoever...! Kabar ini meruntuhkan seluruh pertahanan jiwa kami, karena resiko terburuk pada penglihatan-nya mungkin saja terjadi. Setelah berpasrah diri dan mohon kekuatan dari Allah SWT, kami sekeluarga berikhtiar untuk memberikan pengobatan yang terbaik. DR. Rini Mahendra, Profesor Opthimology di Bintaro yang memeriksanya mengusulkan untuk pemeriksaan lebih intensif di Singapura. Dokter-dokter sebelumnya di beberapa RS tidak menemukan perihal khusus dan hanya memberikan resep kacamata, yang ukurannya berubah-2 setiap kali kontrol setengah tahunan. Pertemuan dengan DR Rini ini atas rekomendasi teman, dan harus menunggu hampir 4 bulan untuk mendapatkan jadwal konsultasi.
Jadilah laporan perjalanan ke Luar Negeri kali ini bukan untuk misi jalan-jalan, namun untuk misi pengobatan... Apapun yang terbaik untuk-mu, anakku...!
Setelah rangkaian test dan pemeriksaan oleh DR Rini Mahendra, termasuk alergy test di Jakarta selama 2 bulan, akhirnya tgl 4 Juli 2011 kami bertiga melakukan perjalanan ke Singapura. Tujuannya adalah mengunjungi Dr. Leo Sei Wei di Rumah Sakit Tan Tock Seng. Pengurusan untuk mendapatkan schedule pemeriksaan sudah aku urus sejak bulan Juni melalui email. Sehingga ketika tiba waktunya, semua sudah siap.
Kami menginap di hotel Value Balistier, karena kalau meneliti map yang ada di agoda, lokasi hotel ini dekat dengan kawasan Novena di mana Rumah Sakit Tan Tock Seng berada, atau lebih dikenal dengan sebutan TTSH (Tan Tock Seng Hospital).
Dokter yang akan kami kunjungi ini adalah seorang ahli mata atau ophthalmologist asal singapura, namun memperdalam ilmunya di UK dan Michigan, USA. Beliau mengkhususkan diri untuk pengobatan mata anak, walau menangani orang dewasa juga. Di ruangan praktek-nya, dipasang berbagai plakat penghargaan baik dari kampusnya maupun lembaga-lembaga internasional, ada juga beberapa testimonial dari pasien ataupun credits, liputan atau interview dari berbagai media.
Ketika kami datang, di rumah sakit ini kami diterima di bagian International Liason khusus untuk pasien dari luar negeri, sehingga segala sesuatunya telah dipersiapkan. Pemeriksaan dilakukan sangat teliti dan perlahan. Dan memang kami harus melakukan pemeriksaan lebih menyeluruh dengan peralatan yang hanya ada di National Eye Centre dan harus di booking ketersediaannya terlebih dahulu. Kita baru mendapatkan schedule untuk bulan September. Berarti masih 2.5 bulan lagi… berarti saat itu kebetulan bertepatan dengan liburan sekolah untuk lebaran 1432H. Langsung saat itu juga kita niatkan untuk berangkat lagi untuk pemeriksaan lanjutan ini.
Setelah Tito, anakku selesai diperiksa, kami segera mengistirahatkan mata-nya. Baru esoknya kita pergi ke Universal Studio, Singapore… di sini kita hanya berputar-2 di Vivo shopping mall dan pergi ke entrance USS, tapi tidak masuk ke dalam, karena maen di USS pasti tidak seru kalau hanya Tito dan mami-nya. Mestinya kalau ke sini dengan Mas-mas-nya ya de…
Esok malamnya, pada malam terakhir, kita pergi ke Marina Bay Sands Theatre untuk menonton pertunjukan drama musical Disney’s The Lion King. Pertunjukan ini memang sedang jadi pembicaraan hangat di Jakarta, saking indah-nya. Debut show ini sejak bulan Maret 2011 dan akan berakhir bulan Agustus 2011, namun karena animo yang demikian besar show ini berlanjut sampai dengan bulan Oktober 2011. Kita membeli tiket pertunjukan ini di Jakarta, melalui www.sistic.com dengan harga hampir 2 juta rupiah untuk bertiga… glek. Mahalnya…! Tapi it’s worth to pay… Benar-benar pertunjukkan yang memukau.. ini baru show!
Kita pulang dari Singapore tanggal 7 juli. Paginya kita sempat jalan-jalan ke Bugis Market, liat pasar rakyat untuk beli oleh-oleh. Seru karena sembari makan sarapan sebelum ke bandara Changi. Alhamdulillah perjalanan kita kali ini lancar dan selamat semuanya.. Bismillah yang terbaik kita upayakan untukmu nak!
@4t1d












Tidak ada komentar:
Posting Komentar