LIBURAN KELUARGA DAN BEROBAT KE SINGAPURA AFTER LEBARAN 1432H

SINGAPORE - LIBURAN KELUARGA DAN BEROBAT KE SINGAPURA AFTER LEBARAN 1432H
5 – 9 SEPTEMBER 2011

Sekalian liburan, sekalian control periksa ke dokter mata anakku Tito, bontotku yang perlu pemeriksaan menyeluruh untuk problem di matanya. Test-nya kali ini adalah Complete Pattern ERG (PERG) yang sudah dibooking untuk dilaksanakan di Singapore National Eye Centre, di 11 Third Hospital Avenue, pada tanggal 6 September 2011.

Perjalanan ini kita lakukan beberapa hari saja setelah Lebaran 1432H. Lebaran kita sekeluarga pulang kampung tanggal 28 Agustus 2013 via Jogjakarta, satu malam menginap di Jogja untuk nikmatin Gudeg Yu Djum sore dan Sate Klatak malamnya. Setelah itu kita lebaran tanggal 31 Agustus di kampung. Seperti biasa suasananya meriah dan rame. Keesokan harinya kita sudah perjalanan kembali ke Jogja dan menginap lagi semalam. Target-nya kali ini Soto kadipiro… seger nikmat, dan perjalanan pulang ke Jakarta aman naik Garuda.

Di rumah un-packing untuk packing lagi.. kita akan berangkat ke Singapore tanggal 5 September 2011 pagi-pagi. Kita naik Air Asia dan ini merupakan travelling kita pertama komplit satu keluarga ber-5 ke luar negeri…! Bismillah aman, selamat dan bahagia ya Allah….

Tiba di Changi Airport senyum mengembang di tiap wajah kita. Anak-anak pegang passport sendiri-sendiri… dan kita nyaris terus-menerus berpelukan saking senangnya. Hari pertama ini kita menyewa taxi minivan Merci putih yang besar. Sengaja pakai taxi sewaan ini agar bisa satu mobil kemana-mana. Supirnya Uwak Sulaiman… baik sekali orangnya. Dan dia siapkan aqua botol besar banyak sekali di van-nya karena katanya mahal kalau setiap kali beli di 7-11 atau circle-K.

Di Singapore kita stay di hotel Value Thompson. Harus pilih budget hotel yang oke, karena travelling kali ini agak lama, karena kita harus control ke dua rumah sakit. Hotelnya bersih, ada kolam renang kecil, tapi kamarnya keciiiiil sekali. Lumayan untuk meluruskan badan. Karena hari ini kita menyewa mobil, kita bisa pergi ke tempat-tempat yang wajib di kunjungi, seperti Merlion Park dekat Marina, Singapore Flyer dan Chinatown, untuk photo-photo.

Esok hari, waktunya control ke rumah sakit National Eye Centre.. sempat agak lama, karena belum terdaftar. Tapi tidak mungkin karena kita sudah konfirmasi melalui rumah sakit TTSH. Ternyata tidak terdaftar karena yang dicari no id resident, bukan pendatang. Waaah piye!

Test-nya cukup banyak dan butuh kesabaran luar biasa karena berpindah dari satu mesin ke mesin yang lain. Ada test yang menggunakan kabel-kabel kecil yang ditempel di ujung kepala, mata, dan ntah kemana lagi. Adek jadi seperti robot. Mas-mas de Tito sabar sekali dan sama sekali tidak rewel. Aku bersyukur sekali semua mendukung adek-nya. Hanya sewaktu makan siang di kantin RS agak heboh. Selain karena menu tidak sesuai selera mereka, ketertiban yang diminta juga sulit dilakukan ketika sudah lelah menunggu. Akhirnya setelah test berakhir, kita bisa kembali ke hotel dan mengistirahatkan mata de Tito.
Malamnya setelah sempat tidur, aku dan anak-anak belajar naik bus kota ke Bugis Market. Berbekal peta, petunjuk di halte depan hotel dan gutt-feeling, kita sampai di Bugis di seberang Bugis Junction, dekat Albert Road.

Dengan susah payah kita mencari restoran halal, lalu kita jalan-jalan di mall OG dan beli jacket untuk de Tito, yang agaknya masih tidak enak badan. Kita pulang naik taxi karena sudah malam, dan terasa letih juga.. terutama di dalam hati, karena khawatir pada test-test yang begitu rumit untuk anak yang demikian kecil.

Hari ke-3 di Singapore, kita pergi ke Universal Studio… benar-benar satu hari penuh kita habiskan waktu dari ujung sampai ujung taman bermain yang indah ini. Cuaca cerah dan hari ini begitu menyenangkan. Beberapa wahana kita tonton dan masuki sampai 2 kali seperti waterworld dan beberapa tempat bermain. Papinya yang tidak ikut, sudah pesan agar tidak usah mencoba wahana yang ekstreem. Bener juga nasehatnya, karena kalau tidak pasti energi kita cepat habis karena over-excited. Kita pulang dari USS naik taxi. Untung juga papi tidak ikut, sehingga kita ber-4 muat naik 1 taxi saja.

Hari ke 4, kita harus control ke Dr Leo Sei Wei untuk mengetahui hasil test ERG yang kemaren sudah dilakukan. Jadwal ketemu dokter agak siang, jadi anak-anak bisa berenang dulu. Waktunya mendapat penjelasan dari dokter. Intinya CONE MELUCULAR DISTROHPY dan RODE DISTROPHY nama penyakitnya, BAWAAN SAAT DI KANDUNGAN, NO CURE, WEAR SUNGLASSES ALL THE TIME, AND GIVE NO EYE VITAMINS. Kita harus kembali lagi 6 bulan kemudian untuk memastikan tidak terjadi regresi. Ya sudah… setelah dari rumah sakit, kita jalan-jalan ke Orchard, lalu ke Bugis, dan ketika mau ke Clarke Quay sudah tidak semangat, kita kembali saja ke hotel.
Akhirnya kita pulang dari Singapura pada tanggal 9 September, sebelum pulang kita minta di antar uwak Sulaeman ke pasar tradisional untuk membeli titipan mangga. Kita di bawanya ke pasar Geylang Serai. Pasar yang menyenangkan karena benar-benar wujud percampuran cultural yang kental. Sayang tak bisa lama di sini, dan kita langsung ke bandara. Terima kasih Singapore yang menyenangkan untuk liburan keluarga.. Sampai di rumah, pembantu belum kembali dari libur lebaran, jadi un-packing, beberes rumah, semua aku lakukan dengan perlahan sambil meresapi apa yang baru saja kita lalui…! Malamnya saking lelahnya aku ketiduran dipeluk putra-ku yang tengah, mas Dwi yang baik hati… oh nikmatnya pulang ke rumah….

@4t1d

Tidak ada komentar:

Posting Komentar