MACAU, JUST FOR TWO.. LIBURAN BERDUA!

LIBURAN MACAU KE MACAU BERDUA, JUST FOR TWO, 4 HARI 3 MALAM

30 December 2011

Ke Macau untuk keDUA kalinya, tapi kali ini hanya berDUA saja.. perjalanan yang luar biasa untuk menutup tahun yang luar biasa, tahun 2011. Setelah September kita ke Macau yang hanya 4 hari termasuk 1 hari ke Hongkong, kali ini untuk menutup tahun yang sungguh-sungguh special buat kita sekeluarga, kita merencanakan trip berdua saja. Kita akan berangkat naik Air Asia, via Kuala Lumpur. Perjalanan ini akan melewati pergantian tahun, sementara booking baru dilakukan mendekati keberangkatan, maka harga agak lebih mahal, terutama hotelnya.

Berangkat ke Macau lewat Kuala Lumpur dengan Air Asia agak lebih lama daripada flight sebelumnya yang pakai Jetstar, karena penerbangan ke KL lebih lama 1.5 jam, belum lagi ditambah perbedaan waktu. Flight kita berangkat pkl 21:00 malam dan tiba tengah malam di KL, lalu berangkat lagi ke Macau pkl 06:00 pagi.

Walau sudah pernah ke KL pakai AirAsia dan turun di terminal LCCT, tetapi kita kurang pengalaman, karena saat turun kita bukan masuk ke area transit, tapi kita malah ke luar bandara. Sehingga selain fasilitas di bagian luar bandara yang tidak menyenangkan, kita baru bisa masuk lagi ke terminal keberangkatan pukul 5 pagi.

Selama menunggu kita kesulitan mendapatkan tempat duduk yang nyaman, sehingga akhirnya mulai pukul 03 pagi, kita sudah menggelar koran dan selimut, lalu tidur ayam di emperan. Rasanya seperti di terminal bus antar kota.


Untung pula pada booking pesawat AirAsia dari KL ke MFM (Macau), kita memesan makanan di pesawat, sehingga perjalanan tidak terlalu membosankan dan ada aktivitas yang dilakukan selama 3.5 penerbangan. Untuk perjalanan di atas 75 menit, makanan yang ditawarkan di penerbangan Air Asia rasanya cukup memadai dan enak. Sebaiknya memang kita memesan makanan saat booking (pre-order).


Kita tiba di Macau masih pagi sekitar pukul 09. Kali ini kita sudah booking lewat Agoda hotel Best Western Taipa dengan pertimbangan harganya murah, tapi dekat dengan Venetian dan Galaxy… letaknya di pusat kota Taipa. Maka keluar dari bandara, kita pergi ke taxi stand. Ongkos Taxi cukup murah hanya 35MOP, namun kita membayar dengan pecahan 50MOP, dan tidak minta kembalian.

Karena tiba di hotel pagi hari kita belum bisa check-in. Kita titip koper, lalu jalan-jalan di sekitar hotel. Sewaktu September lalu di Macau kita tidak sampai di area kota seperti sekarang, jadi kita berjalan dari blok satu ke blok yang lain dan tidak banyak yang menarik untuk dilihat, karena area ini bukan area yang ramah tourist. Bahkan penjaga toko di 7-11, receptionist hotel, dan orang-2 yang kita jumpai tidak bisa berbahasa Inggris.

Lagipula udara di Macau akhir Desember ternyata dingin sekali. Jadi kita hanya sebentar strolling around, dan kembali ke hotel dan minta-minta dengan bahasa isyarat agar boleh segera check-in.


Setelah mandi dan makan, kita segera pergi naik taxi ke Venetian hotel, tujuannya ke Manchester United Official Shop karena ada titipan belanja. Ternyata naik taxi hanya sebentar karena dekat sekali. Masuk tarifnya 13MOP dan sampai di Venetian tidak bergeser tariff taxi-nya.


Sampai di pertokoan Venetian, aku langsung dibelikan sepatu boot di toko Crocs, karena ternyata semua orang di saat cuaca dingin begini memakai sepatu boots, sedangkan aku hanya membawa sepatu sandal andalan yang santai.
Selanjutnya kita habiskan malam ini di hotel Venetian, sampai benar-benar letih baru kita pulang ke hotel.

Selain kamera dan baju ganti, setiap perjalanan kita sudah paham untuk wajib membawa bekal kopi kapal api sachet dan sambal abc sachet, karena kopi penting untuk penyemangat di pagi hari, dan tidak ada kopi yang seenak kopi kapal-api hitam di mana-mana. Sedangkan sambal sachet selalu ada di tas, kemanapun kita makan sebagai penyelamat, bila menu yang sudah terlanjur dipesan ternyata tidak sesuai selera.


Hari ke-dua adalah tanggal 31 Desember, jadi sejak keluar hotel, kita sudah membawa perlengkapan dalam tas cangklong yang agak lebar untuk seharian sampai malam, karena rencananya tidak akan kembali ke hotel sampai malam nanti. Hari ini rencananya kita akan ke hotel Galaxy Macau, termasuk ke casino-nya yang tampak lebih rapih dan terang dari Venetian, lalu malamnya akan menghabiskan malam tahun baru di alun-alun pusat kota di Senado Square. Terbayang kan indahnya malam pergantian tahun di tengah-tengah kota yang kita sebut sebagai KOTA SEJUTA LAMPU.

Kali ini karena cuaca cerah, walaupun angin-nya dingin, kita memilih berjalan kali ke arah hotel Galaxy yang kelihatan dari jalan depan hotel. Dasarnya hari ini kita sedang beruntung, ternyata perjalanan melewati sebuah jalan yang merupakan daerah kunjungan wisata yang walau tidak terlalu terkenal tapi menyenangkan untuk dilihat, yaitu OLD TAIPA MARKET.

Sebuah pasar tradisional yang ramai dan kuno. Banyak bangunan yang tampak sudah tua, tapi tertata indah dengan pertokoan kecil di kanan-kiri, diujung jalan kecil ini ada alun-alun kecil yang merupakan area pertemuan warga. Tempat ini bagus untuk photo-2, dan di ujung jalan ada shuttle bus hotel Galaxy. Lumayan, jadi kita tidak usah jalan kaki yang ternyata cukup jauh, karena jalan-jalan yang harus dilalui lebar-lebar.

Ternyata waktu berlalu begitu cepat dari pagi ke siang, lalu ke malam, kita berpindah-pindah dari Galaxy, ke City of Dream di kawasan Hard Rock Hotel, lalu kembali ke Venetian.



Pada saat akan pergi ke kota sebagaimana direncanakan ternyata antrian taxi mengular sampai hampir 100 orang. Wah bukan pertanda baik. Kita akhirnya tidak jadi ke kota dan mengucap syukur dan doa pergantian tahun di dalam casino Venetian, dengan minum tehtarik yang tersedia gratis untuk pengunjung, berduaan berpelukan, dan melakukan hal yang paling kita sukai, travelling and get lost di negara antah berantah ini.


Hari ke 3 di Macau kita rencanakan untuk ke Hongkong melihat tahun baru di Hongkong. Tapi karena khawatir penuh ferry penyeberangannya, kita sudah membeli melalui web seharga HKD156 dan pulangnya HKD 185, lebih mahal dari biasanya karena hari libur tanggal 1 Januari. Di Ferry kita lanjutkan tidur 1 jam.

Begitu tiba kita langsung ambil MTR jurusan Tung Chung. Dari Shuntak Centre di Sheng Wan kita harus ke Central dulu, satu stop saja, baru pindah jalur ke jalur Tung Chung. Ternyata pilihan pergi tanggal 1 Januari adalah pilihan yang salah, karena semua tempat penuh dan crowded sehingga mall Citygate Outlet yang dulu kelihatan besar dan bagus, hari ini tampak seperti pasar Tanah Abang. Ramainya luar biasa, bahkan untuk ke kamar kecil harus mengantri sampai kira-kira 20 – 30 orang. Jadi hampir 30 – 45 menit habis untuk mengantri kamar kecil. Luar biasa. Oh ya di setiap stasiun MTR tidak ada kamar kecil yang tersedia dan tidak diperkenankan makan dan minum. Jadi stasiunnya tampak bersih dan tidak banyak sampah. Jadi travelers harus pintar-pintar mengatur rute ritual panggilan alam-nya.

Oleh karena musim dingin di Hongkong barang-barang yang harganya jadi lebih murah adalah jaket dan baju hangat. Setelah cukup berbelanja dan semua anak-anak sudah dapat oleh-oleh sepatu olahraga, kita segera kembali ke Central dan pulang kembali ke Macau.


Tiket yang tadinya untuk jadwal pukul 20 malam, kita majukan 2 jam lebih awal. Kita kembali ke Macau, dan baru malam ini kita berhasil pindah ke bagian kota. Kita menghabiskan malam di Wynn Macau. Suasana yang berbeda lagi kita dapati, karena minimum bet di casino Wynn jauh lebih mahal daripada di Venetian atapun Galaxy, sehingga pengunjungnya tidak terlalu padat dan suasananya lebih tenang dan eksklusif.



Day 4 kita akan pulang kembali ke Jakarta. Bangun agak siang hari ini dan sisa waktu kita habiskan di pertokoan untuk membeli oleh-oleh. Tema oleh-olehnya semua adalah batu. Kita belikan berbagai bentuk cendera mata dari batu-batu alam di stone market yang masing-masing batu mempunyai arti bagi kesehatan dan keuntungan bagi pemakainya. Semoga.

Sebelum waktunya ke Bandara, kita sempatkan ke casino Venetian, karena ke Bandara kita bermaksud nebeng shuttle bus dari hotel ini. Mungkin karena banyaknya tamu, bagian concierge hotel menerima saja titipan koper kita, sehingga kita bisa berjalan-jalan tanpa membawa koper. Bahkan mesin-mesin di kasino tempat kita duduk-duduk menunggu waktunya pergi ke Bandara, memberikan hadiah chips cukup banyak. Luck is our middle name, Fun is our last name….

Perjalanan pulang semuanya lebih santai karena kita tidak terburu-buru… jadi sampai di Kuala Lumpur kita juga sudah lebih pengalaman, kita tidak keluar dari terminal sehingga waktu tunggu untuk pesawat berikutnya lebih santai. Walaupun luggage bagasi harus kita urus lagi check-in-nya karena tidak bisa otomatis dipindah oleh Air Asia dari pesawat Macau ke Jakarta. Subuh-subuh di Bandara Kuala Lumpur kita masih sempatkan belanja oleh-oleh parfum dan coklat. Setelah itu sempatkan makan pagi, begitu di pesawat kita tiduuur. Pukul 08:00 pagi kita mendarat di Cengkareng…. Yes, the trip was just fun! Puas!

Menyambut tahun baru sudah re-charge, semangat baru… lebih fun lebih happy mestinya…!

@4t1d

Tidak ada komentar:

Posting Komentar