Liburan Akhir Tahun di Malaysia, Seru dan Murah. Part 2

Kota di Atas Awan
Udara dingin langsung menggigit ketika tiba di Skyway Cable Car Terminal, dingin dan segar! Suasana di Skyway Cable Car Terminal ini juga santai dan lancar. Walaupun antrian orang menuju ajungan naik cable car sangat padat, namun sejak di awal antrian ada titik yang menerangkan bahwa dari titik ini ke depan, antrian akan berdurasi 30 menit, 15 menit, dst. Sehingga walaupun lama, namun kita tenang karena tahu akan berapa lama berdiri mengantri. Kita lumayan bersyukur dalam hati karena kita tidak membawa tas yang besar hanya 1 backpack. Terbayang bagaimana repotnya bila harus mengantri dengan membawa luggage.

Menaiki cable car ternyata tidak seperti yang dibayangkan. Karena biar bagaimanapun cable car kelihatan ringkih, bentuknya seperti kapsul bergantung-gantung di udara, bermuatan maximal 6-8 orang. Untuk yang takut ketinggian, perjalanan yang hanya 10 menit terasa lama sekali. Saya excited menikmati naik cable car mungil yang tergantung di utas tali di atas jurang atau lembah yang lumayan tinggi. Saya sangat menikmati sensasi-nya merayap pelan menanjak, namun suami saya ternyata tidak menikmati karena takut ketinggian, menjadi pucat dan mual… kapok katanya, sehingga saat itu juga tiket return untuk naik cable car saat pulang dari Genting nanti, seharga RM20 untuk 2 orang langsung dibuangnya. Hehe…lumayan sudah punya pengalaman mas…!









Tibalah kami di Genting Highland Park Resort… dan keluar dari terminal Cable Car, kita langsung berada di kompleks Hotel Genting Highland dan melewati berbagai toko dan keramaian area perbelanjaan, kita langsung menemukan lobby Hotel Genting Highland. Keluar dari lobby ini langsung kita bisa menatap Hotel First World yang menjulang warna-warni di depannya. Genting Resort benar-benar seperti yang ditulis di brosur dan website, awan ada dimana-mana. Bukan hanya kabut yang ada, tapi benar-benar awan yang tebal bertaburan dan bisa kita sentuh dengan tangan. Dingin tentunya….
Hotel First World bisa dicapai berjalan kaki, atau naik shuttle bus dari depan hotel Genting Highlands. Kita memilih berjalan kaki, karena kelihatannya dekat sekali. Ternyata ketika ditempuh, jaraknya lumayan jauh, dan naik turun mengikuti kontur lembah, namun karena hati senang telah tiba di kota di atas awan ini, jarak yang ditempuh berjalan kaki ini tidak terasa. Ketika tiba di lobby hotel First World yang demikian luas-nya dengan kursi-kursi seperti kursi di terminal bus, menghadap ke loket check in yang jumlahnya luar biasa banyaknya, kita harus mengambil nomer antrian untuk check in, dan ajaib ntah karena booking lewat web atau karena kelas kamar yang kita pilih super deluxe, dari nomer antrian yang sampai ribuan itu, kita dapat nomer 4124, kita hanya menunggu 2 nomer dan sudah dilayani dengan cepat. Dengan keberuntungan ini, kita lalu mengira akan mendapat kamar yang deluxe dan mewah seperti hal-nya lobby hotel ini, namun ternyata kamar yang didapat jauh di lantai 14 tower 1, dan luas kamar tak kurang dari rata-rata kamar kost di Jakarta, luasnya kira-kira 3x3M dengan kamar mandi yang kecil dan polos tanpa hiasan apapun. Amenities yang disediakan  hanya shampoo, sabun dan handuk. Bener-bener hotel minimalis. Kita berdua sampai tersenyum geli tapi kecut, dan setelah meletakkan barang bawaan, buru-buru meninggalkan kamar untuk segera mencari makan..
Mau makan di Genting sama sekali tidak repot. Segala macam restoran gampang ditemukan di area perbelanjaan yang bersambungan dengan hotel. Dari kedai seperti di food court, restoran keluarga sampai restoran fine dining banyak sekali bertebaran, di antara toko-toko yang ada. Ketika urusan makan beres, kita langsung masuk ke kasino-nya. Di tiap hotel ada kasino yang ukuran-nya sangat besar dan luas. Ada yang VIP, ada yang biasa, tapi semuanya dengan aturan yang sama, yaitu berpakaian rapi, at least pakai sepatu, dan siap-siap kehabisan duit kalau tidak mengerti bermain judi. Di dalam kasino biasanya ada tempat yang menyediakan minum gratis, dari kopi, milo, air sirup dan air putih. Sedangkan untuk makan, tersedia counter snack, tentunya berbayar, dan beberapa restoran di dalam kasino, sehingga ketika berada di dalam tidak perlu keluar lagi dan bisa menghilangkan waktu mengharapkan keberuntungan dari buah di lembar kartu, putaran, lemparan, kocokan, atau apa-pun jenis permainan yang dipilih.

Bila mengajak anak-anak maka agenda acara akan berubah lain sekali, karena ada area lain yang bisa dikunjungi di Genting yaitu taman bermain anak-anak yang luas dengan wahana yang banyak dan strawberry farm. Tapi karena kita hanya travelling berdua dan tidak bersama anak-anak, kita tidak mengunjungi wahana ini sama sekali, dan kita hanya bersuka-ria menjelajah area perbelanjaan dan kasino, dari yang satu ke yang lainnya. Tempat kasino yang akhirnya paling nyaman karena banyak hiburan di dalamnya dan suasananya lebih santai adalah kasino yang ada di Genting Highland Hotel.

Hari berganti, setelah puas berputar-putar di pusat perbelanjaan dan menonton berbagai atraksi termasuk studio Ripley’s dengan segala keunikan, dan bermain beberapa wahana sederhana seperti Wishing Well, sumur keberuntungan dengan “wish” agar segera bisa kembali lagi ke sini bersama anak-anak, kita meninggalkan Genting dengan menumpang taxi dari stand taxi di sudut hotel First World. Yang unik saat naik taxi ini, kita ditawarkan tarif yang lebih murah dengan share taxi dengan penumpang lain, sehingga kita bisa membayar RM 35 per orang untuk pulang ke KL. Yang biasanya RM50 per orang.

Selamat tinggal Genting, kota untuk bermimpi di atas awan… Selamat tinggal juga 2010 dengan segala naik-turunnya. Let us chase our dream for a better future menjejak bumi, bukan lagi berada di atas awan….
lanjut kisah tahun-baruan di KL..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar