Akhir Tahun 2010 di Malaysia..
Setelah tahun 2010 yang luar biasa naik-turun-nya, kita, saya berdua dengan suami, sepakat untuk berlibur akhir tahun. Kali ini mesti ke luar-negeri tapi yang tidak mahal dan tidak jauh... jadilah kita putuskan pergi ke Malaysia. Harus naik low-cost airfare, harus nginep di hotel yang murah, dan harus senang...
Jadi kita segera browsing website untuk dapetin air-ticket dan hotel yang paling efisien. Agenda kita adalah jalan-2 ke Genting lalu ke Kuala Lumpur. Jadilah trus kita dapet tiket lumayan murah pakai Air Asia. Itinerary-nya begitu tiba langsung ke Genting highland, menginap 1 malam, dan tahun-baru-an di KL, menginap 2 malam. Jadi setelah tiket pesawat beres, kita booking hotel, baik di Genting maupun di KL, semuanya lewat website. Bahkan plan untuk transportasi semua datanya sudah kami dapatkan dari website.
Pilihan hotel yang ada di kompleks Genting Resort sesungguhnya ada banyak, ada hotel Theme park, ada Genting Highlands, ada Maxims, dan tentunya yang terbesar First World hotel yang konon jumlah kamarnya sampai 6.000 kamar. Kita pilih hotel First World, yang saat itu tersedia kamarnya di tanggal yang kita tentukan 30 Des dan yang sesuai dengan budget kita yaitu di bawah Rp. 1 juta permalam. Hotel Theme Park dan Genting Highlands agak lebih mahal sedikit, sedangkan Hotel Maxims jauuuuh di atas budget kita.
Selanjutnya hotel di KL, karena kita browsing di Agoda.com, kita pilih Nikko Hotel Kuala Lumpur karena harganya bersaing dan dia muncul di halaman awal dari kategori 'most popular'. Sesungguhnya kita sungguh khawatir dengan kondisi hotel di masa liburan akhir tahun. Pastinya banyak banget tumpah ruah tempat-tempat daerah tujuan wisata… bagaimana kabar antri check in-nya nanti yaa… it really worries me…!
So setelah ticket dan akomodasi beres, here we go Malaysia...
Ini kali pertama kita naik Air Asia, jadi kita dengan pede-nya langsung ke Terminal 3 di bandara Soeta.. Eh ternyata Terminal 3 yang katanya cantik itu hanya untuk domestic flight-nya Air Asia... wah untung mobil yang nge-drop kita di Terminal 3 belum jalan... jadi kita segera ke Terminal 2. Air Asia rupanya ok banget dan sesuai dengan motonya – make everyone can fly, servicenya serba cepat dengan adanya kios chek-in di depan counter. Tinggal scan barcode dari tiket yang kita print dari website, langsung dapat boarding pass. Untung kita sudah pesan kursi sejak dari booking di website. hal ini sungguh amat memudahkan, karena selain menjadi lebih cepat, kursi terjamin, dan kita sudah pilih kursi agak ke depan... seolah-2 menjadi penumpang business class...
Service Air Asia benar-benar comprehensive, mungkin karena memang dia airlines milik Malaysia. Sehingga sejak di atas pesawat kita sudah ditawari tiket bus menuju KLCC, yang kita assume pasti merupakan tengah kota Kuala Lumpur. Jadi begitu tiba di bandara yang bersih dan rapih, urusan imigrasi juga lancar dan cepat, kita segera keluar ke arah statiun bus Skybus. Tidak lama menunggu, kita langsung melaju menuju highway yang mengantar kita ke tengah kota....
Apadaya begitu tiba di statiun KL Sentral dan mau langsung lanjut dengan bus Genting Express, ternyata bus-nya penuh dan baru ada lagi 3 jam dimuka. Wah karena tak ingin agenda acara berubah, kita segera mengiyakan tawaran supir taxi yang sudah standby di sekitar loket bus Genting Express. Yang terasa berbeda, walau kita tawar-tawaran dengan supir taxi-nya namun kita merasa terbantu. Karena naik taxi biaya jadi tinggi, menjadi RM 60 + RM 18 untuk naik Skybus tadi, padahal di LCCT tadi sempat melirik ada bus langsung dari bandara ke Genting, hanya RM 35 per orang. hmm, selisih RM 8 kan jadinya untuk kami berdua. Tapi tak apalah, untuk pengalaman....
Perjalanan ke Genting hanya sekitar 30 menit. Perjalanan lancar karena jalanan tol-nya luas dan tidak ada macet baik di pintu masuk maupun keluar. Namun perjalanan menanjak terus, hingga akhirnya tiba di area dimana kabut lumayan tebal. Hmm... untung ini siang bolong, kalau perjalanan di malam hari, rasanya pasti lebih was-was. Supir taxi yang menandai kalau kita turis yang baru pertama kali ke Genting berkali-kali menawarkan bahkan hingga berhenti di pabrik coklat yang terletak kira-kira hanya 1 km sebelum sampai di gate Skyway Cable Car. Bila kita tidak mau, tetaplah berkeras untuk melanjutkan perjalanan, karena supir mengharapkan komisi dari belanja-an kita di toko coklat tersebut.
Nah kini tiba lah kita di Skyway Cable Car terminal...
Cerita selama di Genting kita mulai dari pengalaman di Skyway Cable Car Terminal dan lanjut di halaman berikutnya yaa...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar