8 APRIL 2015 DIKUNJUNGI ANAK-ANAK SAHABAT PAPA DARI NEGERI BELANDA... THEY COME WITH LOVING MEMORIES OF THEIR PARENTS WHO LIVED HERE ONCE AND JATUH CINTA PADA SEMUA TENTANG NEGARA INI...
Di awal bulan April 2015, ketika Tito putraku yang bungsu ulang tahun ke-13, papi-nya sedang outing 5 hari ke Beijing dengan kantor-nya. Bahagia di sana dan bahagia di sini. Bagaimana tidak bahagia, ketika bisa berbagi kebahagiaan dengan para karyawan di Kantor yang telah bekerja keras selama setahun kemarin dengan mengajak ke negeri Cina yang jauh. Bagaimana tidak bahagia juga, kami yang ditinggal di Jakarta bisa merayakan ulang tahun Tito dengan makan sepuasnya di resto favorit anak-anak. Betapa berlimpahnya berkah kami.
Dan ketika kami sedang berbahagia begitu, aku dihubungi melalui Facebook oleh putri sulung dari sahabat almarhum Papaku dari Belanda, yang akan berkunjung ke Jakarta untuk berlibur ke beberapa kota kenangan mereka di sini, yaitu ke Palembang - Plaju, Jakarta, Bogor, Bandung, Jogjakarta dan Bali. Kita tidak saling kenal, walau pernah bertemu waktu aku masih kecil sekitar 20-30 tahun lalu.
Ketika mereka tiba di Jakarta tanggal 8 April 2015, mereka ingin sekali berziarah ke makam Papa dan Mama-ku yang dimakamkan di Tanah Kusir, dan berziarah juga ke makam Om dan Kakek Paman mereka yang dimakamkan di Menteng Pulo. Tentu saja aku dengan senang hati menerima kunjungan persahabatan ini.
Siapa sangka perjalanan keliling Jakarta dengan dua kakak beradik Loes dan Linda Klaring ini ternyata menyenangkan sekali, memberi rasa hangat di hati. Bayangkan mereka jauh-jauh datang dari Belanda, dan menyempatkan untuk 'pay respect' pada om, kakek, teman ayahnya yang sudah meninggal pula, hanya karena mereka menghormati dan sangat mencintai ayah mereka. Betapa besarnya pelajaran yang bisa aku petik dari ke-2 kakak beradik ini.
rute awal : Gereja Katedral nan anggun. Makam Menteng Pulo nan rapih dan terawat
Kendala bahasa dan beda usia yang jauh, karena Loes usianya sudah 67th dan Adiknya Linda 58th, beda hampir 2 dasawarsa dengan aku, ternyata tidak menghalangi komnukasi yang hangat. Pembicaraan mengalir dari saat aku jemput di hotelnya di daerah Gajahmada. Ketika menuju kuburan Menteng Pulo, kita melewati Gereja Katedral, ternyata Loes ini di baptis atau mendapat komuni pertama di gereja ini, sehingga dia sangat senang sempat mampir tanpa direncanakan. Setiba di Menteng Pulo, kuburan untuk para tentara Belanda, Inggris, dan berbagai negara lain yang gugur di masa penjajahan itu sangat indah dan terawat. Aku senang berada di kuburan ini. Rasanya begitu terhormat berada di peristirahatan para pejuang yang gugur di medan perang, tanpa peduli apa pun yang mereka perjuangkan. Toh mereka adalah prajurit belaka pada masa itu, yang harus tunduk pada apa yang diperintahkan oleh negaranya, dan mereka telah berkorban nyawa, terpisah dari keluarga dan tanah kelahirannya. Bukankah hal itu adalah sesuatu yang terhormat??
rute akhir : Makam Tanah Kusir. Satay House Senayan, nikmatnya es cendol duren..
Selanjutnya kami ke makam Papa dan Mamaku di Tanah Kusir, di sini kakakku sulung turut bergabung, jadi kita De eerste en derde dochter van Herman Klaring and John Suhari berkumpul di tepi makam. Mengharukan betapa kami putri-putri yang merindukan ayah-ayah kami. Tapi karena teriknya matahari, kita segera ke Restoran Satay House Senayan untuk makan siang, lalu belanja belenji di Pasaraya, baru trus mampir ke rumahku, untuk makan duren dan makan malam....
Acaranya makan terus...! i am happy for them and thanks for coming..
@4t1d



Tidak ada komentar:
Posting Komentar